[koleksi photo Zamoa]
Cianjur mengalami kemunduran cabang olah raga basket dalam 3 tahun terakhir. Animo masyarakat basket akan sebuah event kejuaraan menurun drastis. Ini merupakan bahwa setiap penyelenggara hanya bisa menampilkan event standar berupa pertandingan saja. Jika demikian, maka sudah seharusnya induk dari cabor basket dalam hal ini adalah Pengcab Perbasi Cianjur turun tangan dalam masalah kritis ini.
Wajar saja jika animo masyarakat akan olah raga ini makin ditinggalkan. Hal ini disebabkan beberapa faktor diantaranya :
1.Pengurus Perbasi itu sendiri tidak dapat mempersatukan visi dan misi Perbasi
2.Perbasi selalu terkesan bekerja perorangan (single fighter). Yang pada akhirnya menyalahkan peran serta struktural dengan vonis statement
3.Perbasi tidak memiliki program yang jelas
4.Perbasi tidak pernah mensosialisasikan kepengurusannya ke level anggota peserta kejuaraan
5.Perbasi terkesan menutup diri dan telinga akan pendapat dari orang luar Perbasi
6.Perbasi tidak pernah mengadakan pembinaan secara rutin kepada masyarakat basket kota Cianjur
7.Perbasi tidak bertindak sebagai induk organisasi melainkan sebagai wadah blokade praktisi basket
8.Setelah periode pengurus tahun 2007 belum pernah mengadakan Musyawarah Cabang
9.Muscab Perbasi periode 2011-2014 mengalami DeadLock, ketua terpilih belum menentukan formasi struturalnya
10.Perbasi berjalan mundur setelah kejayaan di tahun 2003-2006
11.Perbasi tidak memilih strukturalnya sesuai dengan kompetensi melainkan birokrasi telunjuk
12.Perbasi dalam hal ini terkesan "Money Oriented"
Mudah - mudahan dengan adanya kritik membangun ini dapat menjadikan induk organisasi kebanggaan bola basket ini dapat membenahi diri secepat mungkin. Pertaruhannya adalah atlit - atlit usia dini yang sudah mulai kehilangan arah dan kepercayaannya terhadap peran Perbasi.
Anonim
Maret 11, 2011